Kategori

Pengunjung

free counters

Buku Tamu

Feeds + PR + Alexa

Back to blogging..

13 Maret 2012

Serasa abis menghirup udara bebas, serasa kepala abis disiram air dingin.. Legaaaaaaaaaaaaa banget dan sekarang Back to blogging.. cuma disini gw bisa nulis bebas sebebas bebasnya bebas.. tanpa suatu aturan yang mengikat, tanpa harus mengandung unsur-unsur "ILMIAH", tanpa harus menggunakan referensi-referensi jurnal international, tanpa harus berdasarkan hasil penelitian dan aturan apapun itu bentuknya.. Untuk temen2 yang kebetulan terjerumus terus masuk ke blog ini dan ga sengaja baca-baca postingan ini, mudah-mudahan ga bete baca postingan-postingan yang gajebo (ga jelazz boo..)

Yang pasti gw seneng dan sangat berterimakasih buat kamu yang datang dan masih berkenan untuk membaca walaupun gajebo :D

Ayooo teman-teman baru absen disini..
Semoga gw bisa berkunjung balik ke blog kalian..

Read More......

Never Ever Give Up

16 November 2011

Petikan gitar dan lantunan lagu dari pengamen jalanan tidak selamanya fals. Seperti saat ini posisiku di kopaja 68, disini ada seorang pengamen yang menyanyikan beberapa lagu salah satu diantaranya yang aku tau persis judulnya adalah ‘jangan menyerah’ yang dipopulerkan oleh d’Masiv. Sebenernya yang aku mau ceritain bukan pengamennya tapi pelajaran hidup yang aku dapet tadi pagi. Let's the story begin..

Pagi ini bertemu dengan seorang kakek yang duduk di depan toko pulsa yang masih tutup. Baju yang dikenakannya kumal dan lusuh, postur tubuhnya sangat kurus dan lemah. Raut mukanya kosong dan selalu tertunduk diam. Didekatnya ada karung yang juga sudah lusuh dan ada juga pencapit yang mungkin ia gunakan untuk memulung. Dari peralatannya aku bisa memastikan pekerjaannya adalah pemulung. Ya kakek itu adalah pemulung TAPI BUKAN PENGEMIS karena tidak sedikit pun ia berniat untuk menadahkan tangan dan meminta minta pada setiap orang yang lewat. Tapiii beberapa orang yang melewatinya merasa iba dengan keadaannya dan mereka memberikan sedikit uang kepada si kakek. Entah kenapa si kakek selalu menundukkan kepalanya tapi meski begitu dari samping aku masih bisa melihat mulutnya tidak pernah berhenti komat kamit, SUBHANALLAH ia tidak pernah berhenti melantunkan dzikir. Tiada napas tanpa dzikir, mungkin ini ungkapan yang tepat untuk menggambarkannya. Kakek itu memang bukan orang yang beruntung karena diusianya yang sudah setua itu ia masih harus mengais-ngais botol plastik dalam tumpukan sampah yang akan ia tukarkan dengan uang yang tidak seberapa. Tapi cuma itu yang bisa ia lakukan untuk mempertahankan hidupnya hari demi hari. Aku yakin kakek itu adalah orang yang kuat dan sangat tegar. Tuntutan hidup yg membuat ia harus melakukan itu semua, pasti sangat berat, BERAT SEKALI. Allah SWT tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan hambanya kan? kakek itu adalah orang terpilih yang sengaja dipilih oleh Allah untuk mendapatkan cobaan ini. Allah SWT percayakan cobaan berat ini padanya, karena Allah SWT percaya ia mampu melewatinya. Semoga keuletan dan kesabaran si kakek di dunia ini, digantikan dengan kebaikan-kebaikan di akhirat kelak oleh Allah SWT. Amin ya rabbal’alamin.

Persis seperti lagu d’Masiv yang sangat inspiratif ini :
Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik
Ironis banget memang disaat orang-orang besar di luar sana sibuk memperkaya diri dengan jalan halal ataupun haram. Disaat orang-orang yang memegang amanah besar dari rakyat hidup bermewah-mewahan bagi dirinya sendiri dan lantas mengabaikan rakyatnya. Sedangkan di lampu-lampu merah, di emperan toko, di perempatan jalan banyak sekali balita berkeliaran sana sini berusaha menghidupi dirinya sendiri, kakek nenek tua renta yang masih disibukkan dengan urusan duniawi mengumpulkan receh demi receh demi bisa makan hari ini. Pasal 34 ayat 1 UUD 45 yang menyatakan bahwa fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara sepertinya sudah terlupakan. Semoga pemerintahan mendatang diisi dengan orang-orang yang amanah, yang dipilih oleh rakyat dan sepenuhnya mengabdikan diri untuk rakyat. Amin ya Allah..

Sama sekali tidak ada maksud politik sedikit pun, hanya ingin melihat ‘sesuatu’ dari sudut pandang yg berbeda, karena dengan begini menurutku kita akan lebih banyak mendapatkan pelajaran hidup yang sangat berharga. Bukan untuk siapapun tapi setidaknya untuk diriku sendiri.

Read More......

Be The Best For Yourself

24 Oktober 2011

Kadang jenuh dan muak dengan rutinitas. Kadang rasanya berat sekali menjalani hari, menghabiskan pagi, menghadapi siang dan melewati malam. Kadang hanyut dalam lamunan, menemui bayang-bayang masa lalu ataupun sengaja menantang sosok masa depan. Kadang merasa sepi padahal sedang berada dalam keramaian. Kadang ingin lari dan bersembunyi di suatu tempat, hingga tak seorang pun tau. Kadang juga ingin sekali menertawakan kesedihan.

Tarik napas dalam-dalam, lalu hembuskan. Tenangkan hati dan pikiran. Yakinkan dirimu dan percayalah bahwa :
Selalu ada canda yang akan menghapuskan kejenuhan,
Selalu ada sapa yang akan menghalau kesunyian,
Selalu ada jabat tangan yang akan memberikan kedamaian,
Selalu ada senyum yang akan menghapus kesedihan dan
Selalu ada tawa yang akan menghadirkan keceriaan.

Sudah jauh sekali perjalanan ini.
Mewarnai hari-hari dengan beraneka ragam rasa dan cerita.
Membuka satu persatu kotak misteri – Nya.
Merangkai kenangan manis dan pahit menjadi seuntai kisah hidup.

Menurutku hidup adalah pembelajaran, belajar ikhlas walaupun sulit, belajar sabar walaupun berat, belajar menerima walaupun tidak ingin. Semoga disisa-sisa umur ini dapat menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Good luck for you all...!!

~ End ~

Read More......

Review Buku Poconggg Juga Pocong

22 Oktober 2011

Maen-maen ke Gramed, harusnya nyari buku referensi makalah gw. Ehh dapetnya buku kaya beginian. Buat temen-temen yang lagi galau, bete, mumet, stress, kecewa ataupun sakit hati, ni buku recommended banget buat dibaca.. *looohh dibayar berapa gw buat promoin nih buku?? gapapalah itung-itung beramal. Gw saranin buku ini jangan dibaca di angkutan umum, karena takutnya lu benerean dikira orang stress karena ketawa-ketawa sendiri. Cerita dibukunya sih GA PENTING BANGET BANGET, tapi setidaknya bisa bikin lu ngakak atau minimal senyum-senyumlaaaah. Tapi kalo ga senyum-senyum juga berarti stress lu dah akut, hehehe *bcanda-bcanda. Check this out!!
Tentang Cinta

Aku
Aku adalah aku
Aku bukanlah kamu
Aku bukan kekasihmu, bukan sahabat baikmu, juga bukan wali kelasmu..

Kamu
Kamu adalah kamu
Kamu bukanlah aku
Kamu bukan kekasihku, bukan sahabat baikku, apalagi guru ngajiku..

Ketika melihat bulan, aku bertanya
Ketika melihat bintang, aku juga bertanya
Ya, aku memang orang yang banyak nanya..

Aku tak mengerti makna puisi ini
Aku juga tak tau letak keindahan kalimat ini
Sampai akhirnya aku bingung, kenapa ya aku tulis puisi ini..

Jika kau ragu, ingat namaku
Jika kau bimbang, kenang senyumku
Jika kau tersesat, kirim saja pulsa 20 ribu ke nomer baruku
Jangan ditelfon dulu, aku sedang dikantor polisi, nemenin ibuku..

Dari aku yang selalu meragu..
Penulis buku ini adalah Arief Muhammad dengan akun Twitternya adalah @poconggg. Waktu itu ga sengaja ngebuka kompas.com dan beritanya waktu itu adalah soal identitas @poconggg yang terbongkar. Sebelumnya gw ga tau ada akun twitter dengan nama setan kaya gitu, kalo pun tau ga akan gw follow. Hehe. Bukan karena gw takut, cuma karena avatarnya itu loohh yang ga enak aja diliatnya putih2, udah gitu diiket kepalanya kaya kue lemper..

Tapi dari artikel itu gw jadi penasaran kenapa ada orang yang bisa terkenal dari twitter yang katanya followersnya udah sampe jutaan? helloooo sepenting apa sih dia? Yaudah deh gw buka akun twitter trus ikutan juga follow nih orang. Ternyata pocong yang satu ini ga ada serem-seremnya pisan, cupu abiiezzz dan memang ga layak dinas. Nih orang jago banget ngerubah image dari pocong beneran yang sangat amat nyeremin, menjadi sosok yang kocak dan gokil abiiezzz. Trus gw buka blognya juga dan disitu dia mengklarifikasi tentang identitas aslinya yaitu Arief Muhammad. Gw ga abis pikir kenapa ada orang yang niat banget ngebongkar identitasnya yaaa? Mungkin karena dia itu punya banyak fans padahal medianya cuma dari dunia maya aja? atau mungkin karena buku yang dia tulis tuh laku banget tapi ga ada nama penulisnya cuma ada akun twitternya aja @poconggg. Kalo gw kenal si poconggg ini sebelum gw tau identitasnya kemungkinan besar gw juga akan sangat penasaran siapa dibalik akun @poconggg ini??

Tapi buat gw.. WHOEVER YOU ARE, WHATEVER YOUR NAME?? yang penting gw sangat terhibur baca buku lu. Emang bener kalo kita lagi terpuruk kita harus cari orang yang lebih terpuruk lagi supaya bisa ngebuat kita ngerasa lebih baik. Hehe. Ada orang yang ngerelain dirinya untuk dihina, dicibir, dikata-katain demi orang lain bisa tersenyum bahkan bisa sampe ketawa ngakak. Saluuuutt buat lu Arief Muhammad atau @poconggg seterah lu dah.. Thanks for joke!!

Read More......

Keep writing!! Keep blogging!!

13 Oktober 2011

Menulis buat sebagian orang sulit, bagi sebagian lainnya menulis adalah jiwanya. Bagaimana dengan kamu?? Ada istilah "Tacit Knowledge" pernah denger ga? Banyak orang-orang diluar sana memiliki berupa-rupa pengalaman, beraneka ragam pengetahuan atau berilmu tinggi, tapi ada satu kekurangannya yaitu tidak bisa menuliskannya. Mungkin kamu pernah mengalami hal ini ada senior di kantor resain padahal dia yang paling bisa diandalkan dan hanya dia yang mengetahui seluk beluk kerjaan yang dia pegang sebelumnya. Lalu apa yang terjadi ketika dia resain? pastinya sulit menggantikan pekerjaan itu jika tidak ada dokumentasi yang jelas. Pengetahuan yang penting akan hilang bersama sang pemilik pengetahuan. Nah ini yang dimaksud pengetahuan tacit, pengetahuan yang masih dalam pemikiran seseorang, baik berupa pengalaman, pengetahuan ataupun ide.

Harga dari pengetahuan sangatlah mahal dibandingkan dengan apapun. Kenapa biaya ke dokter besar padahal cuma diajak ngobrol-ngobrol, ditanya ini ditanya itu? Darimana dokter bisa mendiagnosa suatu penyakit kalo dia tidak memahami gejala-gejalanya? ini bukan perkara gampang dalam hal tebak-menebak tapi pastinya karena pengetahuan dan pengalamannya. Pengetahuan tacit sebaiknya dituliskan ke dalam media apapun baik kertas maupun file dokumen komputer. Hal ini sama dengan berbagi ilmu pengetahuan atau istilahnya "sharing knowledge".

Waktu SD pelajaran yang aku ga suka adalah mengarang, karena aku ga bisa nulis. Kalo ada 4 buah gambar dan oleh ibu guru disuruh membuat sebuah karangan sebanyak 4 alinea yang menceritakan tentang 4 gambar tersebut tapi alhasil yang aku buat selalu dan selalu hanya 4 kalimat *kemampuan imajinasi yang buruk. Trus aku mulai belajar nulis ketika dibelikan buku diari, walaupun isinya jayus tapi itu adalah media pertama belajar menulisku. Mungkin kalo aku punya nyali dan urat maluku udah putus, aku akan share sedikit isi buku harianku ketika masih muda dulu. hehe :)

Dan iseng-iseng dibuatlah blog ini yang tujuan awalnya adalah untuk media belajar nulisku. Isinya emang kebanyakan ga penting tapi yasudahlah :P. Sampai ada yang membuat message ke facebookku, seseorang yang aku ga kenal bilang "blog lu ga penting!!". Eiitts apapun yang lu katakan, dan siapapun lu..?? Shock..?? ohh tentu tidak, Pingsan..?? ga lah.. Senyum-senyum sendiri?? gila dong.. Yang pasti aku akan tetap nulis apapun yang mau aku tulis.

Dengan menulis kita bisa menyebarkan kebaikan, berbagi semangat, ilmu dan pengalaman. Dari tulisan bisa terlihat gimana sifat seseorang, dari tulisan bisa terbayang suasana hati seseorang dan dari tulisan bisa menyampaikan sesuatu yang tidak bisa diungkapkan secara lisan, bener ga?? Seperti Radithya Dika yang mampu menceritakan kisah sehari-hari menjadi lucu dan seru. Seperti @poconggg yang terkenal di twitter karena cerita-cerita mistis yang diceritakan dengan gaya kocak dan menghibur. Seperti Bambang Pamungkas, sang kapten timnas yang menceritakan perjuangan dilapangan hijau dan persahabatan tim menjadi cerita yang sangat inspiratif. Atau seperti Andrea Hirata yang bisa membangkitkan semangat para pembacanya dari kisah-kisah hidupnya dalam novel-novelnya. Dan masih banyak penulis-penulis lain yang membagikan cerita, pengalaman dan pengetahuannya yang dikemas dalam canda, tawa dan keceriaan dengan tujuan menghibur, memberi semangat dan motivasi.

Kalo dari ayat Al-Qur'an disuruh bacalah walau hanya 1 ayat, disini aku mau bilang "menulislah walau hanya 1 kalimat"..
You can do it, if you try..!!
Happy blogging all..

Read More......

Ga boleh ngantuk!!

12 Oktober 2011

Udara di dalam gedung ini selalu dan selalu dingiiiiin banget. Padahal diluar sana panasnya terik sekali tapi malah aku disini menggigil kedinginan *ndeso bener. Sistem AC Central kaya gini bisa bikin yang sehat jadi flu, yang udah flu makin parah, yang belum makan jadi kembung kaya ikan kembung, yang udah makan, makananya dikeluarin lagi *huuueeekk. Kerja dalam kondisi terlalu dingin ga konsen, terlalu panas juga ga konsen bawaannya pengen tiduuuurr ajaa *halahhh alesaaaan. Guys, let me tell you about what I'm doing now.. *haha ga penting juga sih, ini bener-bener ga ada paksaan mau dilanjutin baca atau ga, cuma untuk kamu yang kurang kerjaan aja..

Senjata penting untuk kerjaanku hari ini adalah penggaris. Kemampuan yang sangat dibutuhkan adalah melihat dengan jeli. Jadi tipe-tipe orang yang setiap menit menguap.. bakalan susah atau tipe-tipe yang matanya berair terus.. apalagi atau tipe-tipe yang tangannya selalu menopang dagu.. meragukan banget atau tipe-tipe yang kepalanya selalu ditaro di meja.. ooooo tidak bisa Intinya kalo ngerjain ini jangan ngantuk, kalo ngantuk penglihatan bisa jadi buram, berbayang, atau samar yang harusnya 1 mili bisa jadi 1 inci *beeehh parah banget..

Objek yang akan diukur adalah buku tabungan. Pernah ga terpikir berapa mm lebar dan berapa mm panjang buku tabungan kamu? Berapa mm header dan berapa mm footernya? Berapa mm cetakan baris pertama dari header buku? Berapa mm batas tengah buku? Dan banyak detail yang lainnya. Yup ini dia yang namanya analisis buku tabungan. Harus fokus, fokus, fokus karena perhitungan ini harus sangat jeli sampai pada ketepatan 0,0 mm. Kadang sampai dibutuhkan jangka sorong atau mikrometer untuk mengukurnya. Beraneka macem buku ada di mejaku, dari bank-bank ternama sampai bank-bank daerah yang biasa-biasa aja, aku punya. Dari buku tabungan jadul sampai buku tabungan yang belum dipublikasiin juga ada. Kerjaannya simple sebenernya cuma pasang mata lebar-lebar alias melotot, ukur sana ukur sini, catet ini catet itu terakhir kirim deh hasilnya ke si bos.

Detail dari buku tabungan selain dari yang diatas seperti berapa banyak baris cetakan di bagian atas dan berapa banyak cetakan di bagian bawah? seberapa kontras cetakan itu? berapa gram berat kertas? berapa banyak halamannya? dan lain sebagainya.. buat kerjaan kami sangat penting karena kami berada di unit SCC. Banyak hal baru dan menarik yang aku dapat disini, dan bulan ini genap sudah 12 bulan aku bersama SCC. Jarang-jarang aku selama ini berada dikantor yang sama. Hehehe..

Nah temen-temen jangan sia-siakan buku tabungan kamu. Bayangkan bagaimana orang-orang mendesain dan membuat buku itu..?? orang-orang yang menimbang 1 demi 1 lembar kertas untuk memastikan beratnya.. orang-orang yang mengukur mili demi mili lalu memberikan garis-garis melintang maupun horizontal disetiap kertasnya, orang-orang yang membuka lembar demi lembar untuk memastikan jumlah halamannya.. *Hehehehe ekstrim banget kerjaannya. Ayoo cari dimana kamu simpan buku tabungan kamu!! Jangan cuma tarik-tarik ATM aja, informasi buku tabungan itu penting juga loh. Kan bisa bahaya kalo tiba-tiba nerima transferan ga jelas sebesar 2.000.000.000 *wow itu sih Alhamdulillah ya sesuatu.. Terakhir aku cuma mau bilang cobain deh ngeprint buku sendiri tanpa melalui bantuan petugas bank di mesin-mesin SSPP terdekat dicabang kamu. *promosi dikit..

Sekian cerita atau bisa dibilang curhatan hati yang ga jelas ini. Sampai ketemu di postingan ga jelas lainnya.. Assalamualaikum..

Read More......

Jogja I will come to you next time

20 September 2011


Dalam perjalanan pulang ini sambil makan camilan, sambil menikmati pemandangan di luar jendela dan mencoba untuk mengumpulkan semangat, menyiapkan diri juga mental untuk jempalitan menghadapi rutinitas kembali besok. Sedikit cerita tentang kekaguman dan impianku di Jogja. Ini dia ceritanya..

Banyak sekali kekagumanku pada kota ini. Walaupun kota ini bukan kota kelahiranku dan bukan pula kota dimana aku dibesarkan. Tapi aku sangat nyaman berada disini. Aku mengenal Jogja dari kedua orang tuaku, karena Jogja merupakan tempat dimana mereka dilahirkan dan dibesarkan. Banyak predikat melekat pada kota ini. Jogja sebagai Kota Perjuangan, Kota Budaya, Kota Pelajar dan juga Kota Wisata. Aku salut dengan peradapan, kekeluargaan dan keakraban antar satu dengan yang lainnya serta cara pergaulannya. Aku bangga dengan sopan santun, ramah tamah, kepolosan dan pastinya kedisiplinan yang berkembang disini.

Kedisiplinan yang aku maksud terlihat jelas ketika berada di lampu merah. Semua kendaraan patuh untuk berhenti walaupun jalan itu sepi dan tidak diawasi polisi. Tidak seperti di Jakarta lampu hijau berarti jalan, lampu merah berarti berani dan lampu kuning berarti hati-hati atau jalan pelan-pelan. Yang intinya adalah jalaaan terusss, seperti semangat juang para pahlawan kita yaitu maju terus pantang mundur. Jalan disini memang kecil-kecil, namun terlihat tertib dan lancar. Ada jalan khusus untuk sepeda, ada jalur khusus untuk parkir. Semua difungsikan sesuai dengan fungsinya. Jalan raya difungsikan untuk kendaraan beroda dua atau empat, bukan untuk parkir atau pedagang kaki lima. Trotoar difungsikan untuk pejalan kaki dan bukan untuk motor.

"Kepedulian bukan berarti memberi" begitu tulisan yang tertera pada spanduk-spanduk yang dipanjang sudut-sudut jalan. Budaya MALU untuk meminta-minta ditorehkan dalam hati tiap orang. Sehingga di terminal, di lampu merah ataupun di pinggiran jalan tidak ada pengemis dan juga pengamen berkeliaran. Para pengamen hanya ada di tempat-tempat wisata, dan mereka bukan pengamen sembarangan karena tak jarang dari mereka membawa alat musik lengkap serta berpakaian rapi dan pastinya bersuara merdu, yah merekalah seniman jalanan sebenarnya.

Jogja memang kota pelajar, karena banyak sekali pelajar dari luar kota sampai dari luar negeri belajar disini. Sopan santun ditanamkan semenjak di bangku SD (tapi pastinya yang pertama adalah dari keluarga), hal ini terlihat dari seragam sekolah yang sebenar-benarnya dan semestinya. Tidak ada pelajar wanita yang berpakaian serba mini dan ketat karena kekurangan bahan. Begitupun dengan pelajar laki-laki tidak ada corat coret di baju dan celana mereka. Omongan mereka terjaga ketika berada di tempat umum, tidak jejeritan menggerutu soal pelajaran ataupun soal guru-guru mereka, juga tidak ada celotehan kasar atau jorok dari mulut mereka. Penampilan mereka jujur dan polos, tidak norak dan tidak juga memamerkan aneka gadget model baru yang mereka dapat dari orang tua mereka.

Cuma satu kali dalam setaun aku ke kota ini, dan tiap tahunnya aku selalu menyimpan mimpi disini. Ya Allah jika engkau izinkan aku ingin tinggal dan menetap disini suatu hari nanti. Bukan karena ingin lari dari kesemrawutan kota Jakarta, bukan juga karena ingin menghilang dan meninggalkan teman-teman yang aku sayangi dan menyayangiku. Tapi entah karena apa?? rasa kekagumanku membuatku tenang dan nyaman berada disini.

Namun kali ini aku masih harus kembali ke Jakarta lagi dan lagi, Jogja tunggulah aku kembali kepadamu. Entah hanya untuk berlibur atau bisa saja Allah SWT mewujudkan impianku untuk tinggal bersamamu suatu hari nanti. See you..

Read More......

Quote from Negeri 5 Menara

17 September 2011

...Tidak pernah mengizinkan diri kalian dipengaruhi oleh unsur di luar diri kalian. Oleh siapa pun, apa pun, dan suasana bagaimana pun. Artinya, jangan mau sedih, marah, kecewa, dan takut karena ada faktor luar. Kalianlah yang berkuasa terhadap diri kalian sendiri, jangan serahkan kekuasaan kepada orang lain. Orang boleh menodong senapan, tapi kalian punya pilihan, untuk takut atau tetap tegar. Kalian punya pilihan di lapisan diri kalian paling dalam, dan itu tidak ada hubungannya dengan pengaruh luar...

Read More......